Selasa, 26 Juni 2012

Fenomena Guru dan Jejaring Sosial

Jika kita berbicara sekolah tentunya tidak lepas dari peran guru, dimana peran guru sangat penting bagi masa depan anak. Pada saat sekarang ini guru dituntut dapat membina siswa-siswinya bukan hanya sekedar mendidik dan menjadikan anak itu pandai. Seiring dengan perkembangan negara, politik, situasi sosial masyarakat dan yang paling parah adalah mengglobalnya era informasi, yang dicontohkan dengan maraknya warnet ke pelosok-pelosok. Memang dari sisi kemajuan jaman bisa dikatakan sebuah era yang harus terjadi di masyarakat sehingga internet sekarang sudah bisa menerobos masuk ke desa-desa. Segi positifnya bahwa guru - guru zaman sekarang harus menguasai komputer plus dengan internetnya sehingga tak jarang guru - guru SD pun tak kalah untuk memiliki laptop pribadi, supaya tidak ketinggalan zaman. Yang harus dipahami juga anak - anak/siswa juga ikut dalam arus tersebut, sepanjang memberikan dampak positif dan memberikan ilmu hal itu dinamakan kemajuan yang konstruktif untuk anak didik. Terkadang bahkan sering hal yang negatif yang sering berkembang yaitu budaya berkomentar dan uneg-uneg di jejaring sosial seperti facebook, seringkali kita melihat anak sekolah berkata - kata yang tidak senonoh di jejaring tersebut sebagai ungkapan rasa kesalnya dan sering mengatai - ngatai sekolahnya sendiri,teman,guru serta keluarganya.Secara bijak sebagai guru kembali ke fitrah sebagai membina anak bangsa dengan adanya jejaring itu, tidak hanya mendidik saja sebab mendidik tetap akan membiarkan terjadi hal - hal yang seperti itu di jejaring sosial seperti facebook sedangkan membina yaitu mengingatkan apabila siswa atau murid berkata - kata tidak pantas di jejaring sosial yang dilihat oleh semua orang di seluruh dunia. Untuk sebagian sekolah atau guru sudah berjalan pembinaan seperti itu tetapi sebagian lagi ada guru - guru yang masih cuek atau tidak perduli dengan siswa yang seperti itu. Mari kita kembali ke fitrah guru sebagai pembina kader-kader bangsa yang bakal menjadi pemimpin-pemimpin di masa datang...

Kamis, 10 Mei 2012

SMK - Sebuah Kasus

Fenomena SMK yang sedang naik daun dan diburu banyak orang pada saat ini memang sedang marak, pada kenyataannya juga banyak diiringi langkah - langkah kongkrit dari SMK itu sendiri dalam mewujudkan eksistensinya.Jika kita menyimak model tersebut, kita ambil contoh : Ketika trend pembuatan mobil dimulai oleh SMK di Solo yang terkenal dengan mobil ESEMKA-nya maka banyak sekali SMK yang berlomba - lomba membuat mobil. Permasalahannya adalah harusnya bukanlah sebuah trend akhirnya menjadi "kelatahan" sesaat dalam menyikapi semua itu namun adalah sebuah etos kerja yang harusnya menjadi kultur kreatifitas yang bisa diciptakan di SMK. Menurut pengamatan kami ada SMK dengan kriteria - kriteria tertentu : 1.SMK Tahap Awal : Biasanya masih berkutat dengan status, tapi bermasalah dengan kultur belajar, mereka sibuk mengikuti lomba kesana - kemari untuk sekedar diakui oleh masyarakat dan agak sedikit mengabaikan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),2.SMK Tahap Menengah : Biasanya mereka sudah sedikit punya nama,semangat belajar sudah lumayan, KBM sudah lumayan bagus, skill lumayan, kegiatan eksis,tapi masih terkadang sedikit bermasalah dengan kedisiplinan,3.SMK Tahap Maju : rata - rata sudah RSBI atau SBI,etos belajar dan disiplin yang tinggi, menguasai IPTEK dan good skill. Adapun krisis skill pun melanda para civitas academica di masing-masing tingkatan tersebut, misal : guru - guru yang berada di tingkatan SMK Tahap Menengah akan susah masuk kedalam SMK Tahap Awal sebab kulturnya sudah berbeda dan pada akhirnya berada pada suatu masalah susah beradaptasi, namun hal itu wajar karena guru yang bersangkutan tentu akan bersikap selangkah lebih maju. Pada sisi lain yang diajak maju pun pasti berbenturan dengan kultur tersebut sehingga pasti tidak bisa dihindarkan perbedaan itu. Bagi yang bersangkutan mungkin solusi paling tepat adalah saling memahami dan belajar lebih sabar lagi dalam menyikapi semua itu.

Kamis, 08 Maret 2012

Komunikasi & Attitude Siswa

Menilik sebuah fenomena SMK dimana pada saat ini image sekolah yang satu ini tengah naik daun menyusul banyak ciptaan-ciptaan para tenaga ahli SMK muncul satu persatu seperti mobil,dll membuat para calon orang tua murid tergiur memasukkan anak-anaknya di lingkungan pendidikan ini.Tetapi jangan lupa skill-skill tetap diajarkan dan kemauan siswa memperdalam dunia ini tetap harus ditimbulkan sehingga situasi proses belajar mengajar tetap terjaga.Adapun hal penting yang harus diajarkan adalah bagaimana memotivasi diri,bertanggung jawab,menjaga attitude siswa dan melatih komunikasi sehingga ketika masuk ke dunia kerja sudah bisa menyesuaikan diri dengan cepat.Pelatihan dalam hal ini tetap diterapkan dalam lingkungan sekolah,terkadang kita melupakan hal yang satu ini.

Rabu, 25 Januari 2012

Paradigma Kewirausahaan

Di SMK sekarang sudah diajarkan mata pelajaran kewirausahaan,sekilas kita amati materi-materinya ternyata sangat berkelas alias siswa-siswi SMK langsung dihadapkan pada permasalahan-permasalahan bisnis yang sudah berbasis pengelolaan usaha.Pada materi-materi awal memang banyak diajarkan tentang basic/dasar dari ilmu kewirausahaan kemudian bagaimana menjadi menjadi wirausaha handal dan sifat-sifat,motivasi,prinsip-prinsip yang kuat,mengelola masalah,komitmen,dll yang semuanya langsung dihadapkan pada permasalahan-permasalahan kongkrit di perusahaan atau manajemen.Sekilas memang terasa berat,tapi kalau kita mengacu SMK bisa dimana skill harus dibangun pastinya para pendidik dihadapkan antara problem-problem teoritikal dan praktis.Jikalau kita tidak terjun memahami apa arti perusahaan yang sebenarnya sangatlah pelik apabila kita menyampaikan materi-materi itu ke siswa,sehingga materi –materi akhirnya tidak terserap dengan baik. Ada baiknya sebagai pengajar kita tahu dan terjun serta belajar di perusahaan sehingga guru bisa menyerap aplikasi ilmu dari praktek ke teoritis atau dari teoritis ke praktek,dengan pengharapan siswa-siswi akan jauh lebih baik menyerap ilmu kewirausahaan secara benar.

Selasa, 10 Januari 2012

Tentang Kemampuan/Skill

SMK sebagai salah satu pilar pendidikan terdepan,dimana SMK dituntut lulusannya dapat diserap di dunia kerja karena keahliannya memang selalu dihadapkan pada skill/kemampuan siswa-siswinya.Bagi SMK yang sudah diakui oleh dunia pendidikan mungkin bukanlah suatu masalah,namun bagi SMK yang berada di pelosok atau di daerah dihadapkan pada permasalahan-permasalahan antara lain : dana,kemampuan guru,hubungan/relationship,terbatasnya infra struktur maupun supra struktur,informasi dan komunikasi.Pada era sekarang ini sebenarnya tidaklah terlalu cemas,karena internet sudah mengglobal sampai pelosok,sehingga banyak informasi yang bisa kita peroleh dari situ dan berusaha mempelajarinya.Tenaga pengajar pun menjadi bagian yang utama dalam agen perubahan SMK-SMK yang terletak di desa,mulai dari kemampuan sampai kreativitas guru dalam membimbing anak-anak didiknya mengantarkan ke gerbang dunia kerja.Pelatihan pun tak pelak menjadi alternatif yang utama dalam memajukan dunia pendidikan yang terdapat di daerah pelosok.Adapun yang perlu difahami secara dasar adalah bahwa motivasi,keinginan belajar,mental yang tangguh,terbatasnya informasi sampai keinginan masuk ke dunia kerja merupakan hal tidak bisa ditawar mengingat lokasi yang terletak di pedesaan.Para pengajar harus senantiasa mengajak kerjasama muridnya menjadi agen perubahan di wilayahnya sehingga harus banyak-banyak memotivasi baik secara keinginan belajar dan mental dan yang paling utama lagi adalah skill/kemampuan di bidangnya.Semangat yang pantang menyerah adalah modal utama untuk menjadi motivator anak - anak didiknya supaya bisa menjadi orang-orang yang berguna nantinya.Pelatihan skill juga perlu diadakan sebanyak mungkin dalam bentuk kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler bagi anak - anak.Pemantauan hasil LDKS sebagai implementasi motivasi dan pembangunan mental harus dilaksanakan,sehingga jangan sampai siswa-siswinya malah berfikir mundur dan tidak percaya diri.Percaya diri,yakin akan kemampuan diri sendiri,semangat belajar dan mencari informasi dan komunikasi keluar adalah tantangan yang harus dihadapi para anak-anak SMK di pelosok.Semua SMK bisa asal ada kemauan.

Senin, 09 Januari 2012

Tentang SMK ( Jilid 2 ) Administrasi

Bicara tentang SMK,pada saat sekarang ini dimana SMK sendiri sedang'naik daun'maka kompetensi selalu dipertanyakan oleh dunia kerja.Untuk skala SMK yang sudah bisa memenuhi dunia kerja tentunya pendidikan yang diterapkan artinya sudah dapat diterima oleh dunia kerja.SMK dengan status akreditasi atau sudah standart ISO rata - rata memang sudah dapat masuk ke dunia kerja.Dalam kesehariannya bahwa SMK dengan ukuran seperti itu,dari para pengajarnya memang betul-betul menerapkan pendidikan ke arah dunia kerja.Good skill dan good administration di bidang komputerisasi merupakan standart minimal untuk SMK berbasis administrasi pada saat ini.Tentang komunikasi dan penyesuaian kultur kantor biasanya mereka dapat menyesuaikan dengan cepat.Pada sisi lain kerajinan,tanggap,cekatan,trampil,cepat adalah modal sampingan yang harus dipunyai para siswa-siswi SMK yang mau masuk dunia kerja.

Kamis, 05 Januari 2012

TENTANG SMK

Sekolah Menengah Kejuruan(SMK)pada saat ini menjadi primadona di dunia pendidikan, banyak orang tua berbondong-bondong menyekolahkan anak-anaknya di SMK.Pada kurikulum SMK memang banyak diajarkan tentang kemampuan atau skill sesuai dengan disiplin ilmunya.Begitupun dengan para pengajarnya,adalah guru-guru paling tidak mengerti bagaimana mengajar siswa-siswinya kedepan sebagai tenaga siap pakai.Sebagai contoh kasus pada beberapa SMK Negeri di Jakarta yang dididik benar-benar sebagai tenaga ahli,mereka bisa cepat menyesuaikan dengan gerak irama kantor sebab dari SMK sudah dibiasakan bekerja dengan good communication,fast administration,skill yang tinggi di bidang komputerisasi.Tenaga-tenaga inilah yang nantinya bakal menjadi salah satu ancaman yang serius bagi karyawan-karyawan lama yang sudah ada duluan di suatu perusahaan.Pada sisi lain ada SMK yang benar-benar menjadikan siswa-siswinya tenaga handal di bidangnya,terbukti ada SMK yang sudah bisa merakit mobil sendiri.Hal ini yang membuat SMK sekarang benar-benar'diburu'orang tua calon murid.Ini sebuah iklim yang baik bagi kita semua khususnya guru dan murid untuk saling meningkatkan kemampuan menuju suatu era pendidikan baru yang melahirkan tenaga-tenaga trampil untuk mengisi dunia kerja yang semakin sulit ini.